Definisi dan Ruang Lingkup Ekonometrika

ekonometrika adalah

Teori ekonomi yang dibangun dengan pendekatan deduktif harus dibuktikan kebenarannya. Ekonometrika merupakan salah satu alat analisis penting untuk membuktikan kebenaran teori ekonomi. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi tentang Definisi dan Ruang Lingkup Ekonometrika. Ingin tahu selengkapnya? Yuk simak pembahasan berikut ini.

EKONOMETRIKA

ekonometrika

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam mengalokasikan sumberdaya yang dimiliki secara efisien untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya konsumen di dalam perilaku berkonsumsi. Konsumen dengan pendapatan yang dimilikinya berusaha agar di dalam mengkonsumsi barang dan jasanya dapat mencapai tingkat kepuasan yang maksimum. Begitu pula, produsen akan mencoba memproduksi barang dan jasa seefisien mungkin agar bisa memaksimumkan keuntungan.

Perilaku ekonomi manusia dalam mengalokasikan sumberdaya adalah sangat komplek. Misalnya, keputusan seorang konsumen dalam membeli sepeda motor. Banyak faktor yang mempengaruhi pembelian sepeda motor tersebut yaitu harga sepeda motor tersebut, harga sepeda motor merk lain, pendapatan, jenis kelamin, selera, jasa pelayanan paska pembelian, harga suku cadang, dan faktor-faktor yang lain.

Teori adalah penyederhanaan perilaku manusia yang sangat kompleks, tetapi mampu dengan baik menjelaskan perilaku ekonomi manusia. Misalnya, teori permintaan dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku manusia di dalam membeli sepeda motor diatas. Teori permintaan mengatakan adanya hubungan terbalik antara harga sepeda motor dan jumlah permintaan sepeda motor dengan asumsi faktor selain harga sepeda motor adalah tidak berubah ( cateris paribus ). Jika harga sepeda motor naik maka jumlah permintaan sepeda motor menurun dan sebaliknya. Dengan adanya asumsi cateris paribus , teori permintaan mampu menjelaskan permintaan barang dengan menggunakan hubungan yang sederhana antara variabel ekonomi tetapi tetap mampu menjelaskan dengan baik esensi permintaan barang.

Teori ekonomi dibangun atas dasar pendekatan deduktif. Kebenaran teori ekonomi perlu dibuktikan kebenarannya. Teori ekonomi dapat dibuktikan kebenarannya melalui sebuah penelitian empiris. Salah satu alat analisis penting di dalam penelitian ekonomi adalah ekonometrika. Dengan demikian salah tujuan ekonometrika adalah untuk membuktikan kebenaran teori ekonomi dengan menggunakan data sampel.

Dari penjelasan di atas munculnya suatu pertanyaan mendasar. Apa itu ekonometrika? Ekonometrika ( econometrics ) dilihat dari akar katanya terdiri dari dua kata yaitu teori ekonomi ( economics ) dan pengukuran ( metric ). Ekonometrika dapat diartikan sebagai alat pengukuran ekonomi. Banyak definisi tentang ekonometrika yang telah dikemukakan oleh para ahli ekonometrika. Secara umum, ekonometrika dapat didefinisikan sebagai sebuah disiplin ilmu di dalam menganalisis data-data ekonomi.

Ekonometrika sebagai sebuah disiplin ilmu dibangun dari berbagai disiplin ilmu yaitu teori ekonomi, matematika dan statistika. Misalnya kita ingin mengukur seberapa besar pengaruh harga terhadap jumlah permintaan suatu barang. Di dalam menjawab pertanyaan ini maka pekerjaan ekonometrik dimulai dari teori ekonomi yang melandasi pertanyaan tersebut yaitu teori ekonomi tentang permintaan. Teori permintaan menyatakan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara harga dan kuantitas yang diminta, faktor-faktor lain tetap ( ceteris paribus ). Jika harga naik maka jumlah barang yang diminta akan turun dan sebaliknya jika harga turun jumlah barang yang diminta akan naik.

Pekerjaan ekonometrik selanjutnya adalah membangun sebuah model persamaan yang menjelaskan hubungan antara variabel harga dan jumlah permintaan. Setelah model terbangun maka pekerjaan ekonometrik adalah mengestimasinya dan menguji kebenaran pernyataan teori ekonomi yang ada. Langkah terakhir ini sangat membutuhkan disiplin ilmu statistika yaitu statistika inferensi.

METODOLOGI EKONOMETRIKA

Ekonometrika sebagai alat pengukuran dalam ekonomi mempunyai metodologi tertentu untuk menganalisis data-data ekonomi, bisnis, maupun yang lainnya. Metodologi ekonometrika pada awal perkembangannya memfokuskan pada bagaimana mendapatkan estimator yang konsisten dan efisien. Aliran metodologi ini disebut aliran klasik.

Metodologi ekonometrika klasik dimulai dari pernyataan teori. Untuk membuktikan kebenaran teori atau hipotesis yang kita bangun maka kita membuat suatu model ekonometrik. Setelah spesifikasi model kita bangun maka langkah selanjutnya adalah melakukan estimasi parameter model tersebut berdasarkan data yang kita kumpulkan. Kemudian setelah itu kita melakukan verifikasi bagi estimasi parameter melalui uji statistik. Uji statistik ini diperlukan karena estimasi model sebagian besar berasal dari data sampel. Uji statistik ini dengan demikian dilakukan untuk membuat sebuah generalisasi.

Jika verifikasi ini sesuai dengan teori atau hipotesis yang kita buat awal maka kita langsung bisa menggunakan parameter estimasi tersebut untuk melakukan prediksi atau peramalan. Namun jika verifikasi ternyata tidak sesuai dengan teori atau hipotesis maka kita harus meninjau kembali spesifikasi model yang kita bangun. Pembentukan model harus kita lakukan kembali pada langkah kedua.

Aliran utama metodologi ekonometrika telah berubah sejak dekade 1980. Aliran ini dipelopori oleh Hendry dan Richard. Aliran metodologi ini bersifat top down atau general to specific . Sebagaimana metodologi klasik, pekerjaan ekonometrik dimulai dari pernyataan teori atau hipotesis. Langkah berikutnya membuat spesifikasi model dan melakukan estimasi model yang kita bangun.

Namun setelah melakukan estimasi model kita tidak langsung melakukan verifikasi hasil regresi, tetapi melakukan uji spesifikasi model dan diagnosis (modeling) terlebih dahulu. Langkah ini diperlukan untuk membuktikan apakah model yang kita bangun sudah tepat atau tidak bias lagi. Jika model sudah tepat maka kita bisa membuat generalisasi melalui uji statistik. Selanjutnya hasil estimasi tersebut dapat digunakan untuk melakukan prediksi atau peramalan. Tetapi, apabila model yang ada belum tepat maka kita harus meninjau kembali spesifikasi model yang kita bangun. Pembentukan model harus kita lakukan kembali pada langkah kedua.

Untuk menjelaskan secara detil metodologi ekonometrik tersebut diatas, misalnya kita ingin meneliti tentang permintaan barang. Ada dua pertanyaan yang muncul dalam penelitian ini. Pertama apakah penelitian dengan data sampel mampu membuktikan kebenaran teori permintaan yaitu adanya hubungan negatif antara harga dan permintaan. Kedua, apakah sepeda motor termasuk barang normal atau barang mewah dengan melihat tingkat elastisitasnya.

Metodologi ekonometrika merupakan serangkaian tahapan yang harus dilalui dalam kaitannya dengan analisis peristiwa ekonomi. Secara umum tahapan-tahapan metodologi ekonometrika dapat diurutkan sebagai berikut:

Rumusan Masalah

Rumusan masalah sangat penting, Merumuskan masalah berarti mengungkapkan apa yang melatarbelakangi gejala atau informasi yang ada, sekaligus mengidentifikasi akar penyebab. Rumusan masalah merupakan pedoman untuk penataan isi penelitian. Secara umum, rumusan masalah dalam suatu pencarian dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya yang meminta jawaban.

Rumusan Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari masalah penelitian, sehingga harus diuji lebih lanjut dengan menggunakan data faktual tentang hubungan antara dua variabel atau lebih. tetapi strukturnya jelas, sehingga lebih mudah untuk mengetahui jenis variabel, sifat hubungan antar variabel dan jenis data.

Pengembangan model

Dalam ilmu ekonomi, model ekonomi didefinisikan sebagai konstruksi atau kerangka teoretis untuk analisis ekonomi yang menggabungkan konsep, definisi, asumsi, persamaan, persamaan (identitas) dan ketidaksetaraan yang darinya akan ditarik kesimpulan. Seperti namanya, dalam ilmu ekonomi tentunya hanya variabel ekonomi yang digunakan, sedangkan untuk variabel non ekonomi tidak perlu memilih, atau cukup memasukkannya ke dalam asumsi ceteris paribus.

Fungsi model dalam ekonometrika berfungsi sebagai panduan untuk membantu memverifikasi keakuratan model penduga. Salah satu bentuk modelnya adalah berupa persamaan fungsi matematika. Karena pada hakekatnya suatu fungsi adalah suatu persamaan matematis yang menggambarkan suatu hubungan sebab akibat antara suatu variabel dengan satu atau lebih variabel lainnya. .

Pengambilan Data

Pengambilan data merupakan langkah yang harus dilakukan peneliti untuk memastikan bahwa data yang dianalisis benar-benar menggunakan data yang benar, yang penting untuk memperoleh hasil analisis yang tidak bias atau menyesatkan. Peneliti sebelumnya telah memperingatkan bahwa pencarian tidak boleh memasukkan GIGO, sampah di dalam sampah. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperoleh data pra-analitik antara lain: modifikasi data, perluasan variabel, penyandian data, pengecekan kesalahan, pembentukan struktur data, tabulasi.

Verifikasi model

Untuk mengetahui sejauh mana validitas model terbaik yang dihasilkan, perlu dilakukan verifikasi keakuratan fungsi regresi dalam mengestimasi nilai sebenarnya yang dapat diukur dengan kualitas kecocokannya dengan menguji nila statisik t, nilai statistik F, dan koefisien determinasi (R 2) pada hasil regresi yang lolos uji hipotesis klasik. Uji hipotesis klasik juga harus dilakukan pada model untuk memperkuat validitas model , yang dapat dilakukan dengan pengujian normalitas, autokorelasi, multikolinearitas, serta heteroskedastisitas.

Analisis hasil

Analisis ekonometrika dimulai dari interpretasi data dan hubungan antar variabel yang dijelaskan dalam model Tidak hanya analisis regresi, tetapi juga analisis korelasi untuk memperoleh hasil pengukuran yang benar-benar valid.Analisis regresi akan mendapatkan hasil pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, sedangkan untuk analisis korelasi berguna untuk mengetahui hubungan antar variabel tanpa membedakan apakah variabel terikat atau variabel bebas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *